Setelah kembali dari tugas PTT (Pegawai Tidak Tetap) selama tiga tahun di Lebak Banten dan kembali berkumpul seutuhnya di rumahku nan mungil di sini, aku mencoba membuat daftar hal-hal yang perlu aku perbaiki perihal manajemen kerumahtanggaan. Well, mungkin sebelumnya biar kubuat daftar masalahnya terlebih dahulu:
1. Sulitnya mencari asisten pengasuh (pengasuh utama tentunya adalah ibu)
2. Sulitnya mengatur menu makan sehari-hari yang bisa memenuhi selera semua anggota keluarga (tidak termasuk dua kura-kura dan sembilan ikan mas campur patin albino di kolam)
3. Rumah selalu kelihatan berantakan (ada empat orang dewasa -dua di antaranya bisa menjadi sumber kekacauan letak barang-, dua anak kecil -kalau ini sih wajar), tidak punya orang yang bersih-bersih pula
4. Rumah jauh dari pusat jualan makanan dan tak punya orang yang bisa disuruh-suruh
5. seorang ibu yang tidak terorganisasi
6. Dua anak kecil yang kritis, kreatif,dan siap dibina
Nah, berdasarkan enam masalah ini, aku mencoba mengatasi hal termudah dulu.
1.Membuat jadwal yang mencakup
a.Jadwal sekolah anak
b. Jadwal pergi ibu
c. Jadwal membuat menu
d. Jadwal bersih-bersih
e. Jadwal belanja: harian, mingguan, bulanan
f. Reminder Super, yang disiapkan khusus untuk ibu pemalas dan disorganised
g.Jadwal belajar anak: Mengulang hapalan ayat, membaca Arab, PR, belajar ulangan, untuk yang besar. Iqro, baca kartu, buku aktivitas untuk yang kecil.
h. Jadwal me-and-you time khusus untuk si sulung dan si bungsu
i. Jadwal rekreasi,baik rekreasi keluarga ataupun nge-date dengan suami
j. Jadwal nonton tivi
mmm...ada yang lupa gak ya?
Nah, baiklah, karena rumah dalam keadaan perlu penyelamatan, jadwal bersih-bersih kumulai hari ini. Sbnrnya ini bukan yang pertama aku bikinjadwal bersih-bersih. Tapi, mungkin baru kali ini aku niatkan untuk memberi pelajaran tentang tanggung jawab, kerja sama, dan kebersihan langsung pada anak-anakku.
Hari ini pelajaran menyikat sofa, membersihkan mainan, dan menyikat kamar mandi. Ku mulai dengan sedikit briefing pada prajurit-prajurit kecilku. Yang, tentu saja, tak mereka dengar. Oke, sepertinya akan berlangsung baik. Tapi, like you guess, yeah...pertengkaran dan perebutan kekuasaan di sana sini.
DI mulai dari sikat kecil dan seember air sabun untuk menyikat sofa. Si sulung menginginkan sikat kecil kuning dengan bulu-bulu warna-warni mainan milik adiknya, akhirnya pertengkaran pertama di pagi yang cerah sudah di mulai. Setelah meminjam sikat baju milik si mBak cuci, akhirnya maulah si sulung berdamai.
Sip, aman sesaat. Tujuh menit kemudian, terjadi kerusuhan, sofa rubuh. Oh Subhanallah. Berlanjut lagi pada sesi mengelap kaca. Yang Alhamdulillah berakhir cukup damai, dengan anak-anakku kelaparan dan menyuap lahap santapan sarapan "agak siang" mereka.
Hari ini menjadi hari yang amat melelahkan. Itu hanya untuk mewujudkan salah satu subpoin kecil dari poin kecil "jadwal bersih-bersih". Anak-anakku, ibu hari ini belajar banyak darimu. Meski aku mencatat ada 10 kali suara keras (kalau tidak mau disebut bentakan), dan dua kali pemaksaan untuk mematikan televisi dan mengambil komputer yang menjadi rebutan, aku pikir aku lumayanlah.
Not bad for a beginner. Now it s time to write it. Hope, you can read that someday. Thanks again my sweet little children. Love you.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment